Jawaban:
agar teks prosedur lebih mudah dipahami.
penjelasan:
Kata bilangan (numeralia),
Adalah sebuah kata yang menyatakan angka dan di tulis dalam bentuk huruf.
Menurut sifatnya kata bilangan dapat dibagi atas :
Kata bilangan utama :
1 = satu, 2 = dua, 3 = tiga, dan seterusnya.
Contoh : ibu membeli tiga sabun mandi.
Kata bilangan tingkat yaitu kata bilangan yang menyatakan adanya urutan atau tingkatan.
Contoh : kesatu, kedua, pertama, dll.
Contoh kalimat : Ia anak kedua dari tiga bersaudara.
Kata bilangan kumpulan yaitu bilangan yang menyatakan adanya sekumpulan, sekelompok yang dinyatakan dalam sebutan jumlah.
Contoh kalimat :
Ketiga anak itu membeli cilok di depan sekolahnya.
Kesepuluh atlit kita berhasil memperoleh medali.
Kata bilangan tak tentu, kata yang menyatakan penyebutan bilangan yang tidak dapat dipastikan jumlahnya secara tepat.
Contoh : beberapa, semua, tiap-tiap, segala.
Contoh kalimat :
Beberapa demonstran terkena gas air mata dari aparat.
Tiap-tiap siswa wajib membayar iuran untuk kegiatan sekolah.
Penulisan Kata Bilangan
Aturan-aturan yang harus ditaati dalam penulisan kata bilangan adalah jika kata bilangan tersebut mendapat imbuhan “ke-” biasanya hal ini jika masuk dalam bagian kalimat.
Aturan tersebut meliputi :
Ke – + angka arab, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan anggota.
Contoh :
Ke – 1, ke – 10, ke – 20, dst.
Contoh kalimat :
Ayamku sudah bertelur untuk ke – 8 kalinya.
Hari ini aku sudah makan untuk ke – 4 kalinya.
Ke – angka romawi, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan angka.
Contoh : ke – XIII, IX, X
Contoh kalimat :
Ada rapat di istana dengan Sunan Hamengkubuwono XII.
Saat ini Sunan Hamengkubuwono IX sedang memimpin kerajaan.
Ke – + kata, penulisannya adalah imbuhan ke – diikuti tanda hubung dilanjutkan dengan kata.
Contoh : kesatu, kedua, ketiga, dst.
Contoh kalimat :
Aku anak keempat dari enam bersaudara.
semoga bermanfaat